Sang Kandidat Ketua Tanfidziah NU Makassar

Sang Kandidat Ketua Tanfidziah NU Makassar

Sang Kandidat Ketua Tanfidziah NU Makassar.

Oleh : A.M.Thahir Rahman

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Makassar hari Sabtu 22 Juni 2019 menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) ke-XIV dirangkaikan dengan Halal bi Halal di Pondok Pesantren (Ponpes) Multidimensi Al-Fakhriyah Jl. Prof. Ir. Sutami Kelurahan Bulurokeng Kecamatan Biringkanaya, Makassar.

Sebagai kader NU Makassar, saya terpanggil untuk menulis sekilas harapan sebagai kader yang berharap jika momentum Konfercab NU Kota Makassar hari ini menjadi momentum konsolidasi strategis untuk membesarkan NU sebagai ormas yang memiliki basis kultural yang sangat besar.

Setidaknya, Konfercab kali ini dapat menjadi momentum bersatunya kader NU Makassar untuk lebih mengedepankan kepentingan organisasi, ketimbang kepentingan pribadi maupun kelompok.

Jika perbedaan dan haluan kelompok dikalangan tokoh dan kader NU di Makassar adalah karena faktor X yang nuansanya politis, saya kira sudah saatnya kita lebih bijak dan Arif untuk mengorientasikan diri kita sebagai kader NU sejati mulai dari ketua Tanfidziah yang baru dan seluruh jajaran pengurus baru nantinya untuk menata niat yang lebih ikhlas dan tidak terus menerus “mempertajam” adanya kelompok ini dan kelompok itu.

Kader dan jam’iyah NU Makassar merindukan figur ketua Tanfidziah yang dapat merangkul semua potensi tanpa melanggengkan lagi perbedaan, dimana perbedaan itu selesai bersama selesainya Konfercab nanti.

Kita punya banyak tokoh dan kader NU handal, tentu mereka harus kita dukung bersama, tetapi kita berharap figur yang kita tunggu adalah figur pemersatu, ikhlas mewakafkan dirinya, cerdas, kiyai, memiliki leadershif, manajerial organisasi yang profesional, tak diragukan ketokohannya serta memiliki link yang luas dan pengaruh yang kuat.

Satu hal penting, bagaimana menggaungkan NU berbasis ranting, masjid, majelis taklim atau jika perlu mengikuti trend penyebutan identitas lorong seperti NU masuk lorong dan berbagai upaya dan kegiatan yang bisa menyentuh jam’iyah NU ditingkat bawah yang secara kultur mereka adalah kita, tetapi mereka tidak banyak tahu dan mengenal keberadaan NU sebagai organisasi yang terus menerus menjaga amalan-amalan mereka, amalan yang disampaikan oleh ulama kita . Selamat berkonfercab

Penulis : Kader Penggerak NU Kota Makassar