Jangan Letih Berbuat Baik

Haidar Majid1

Haidar Majid.

Dalam dunia politik, mungkin tak ada orang yang bisa benar-benar baik. Apakah itu baik dalam tanda kutip ataupun tanpa tanda kutip. “Baik” di dunia politik seringkali dilihat dari berbagai sudut pandang dan tak bisa dipungkiri sudut pandang atau perspektif itu dipengaruhi oleh muatan pro-kontra, suka-tidak suka, mendukung-tidak mendukung.

Malah dalam beberapa contoh tertentu, “baik” atau “kebaikan” dalam dunia politik diseret pada wilayah “pencitraan”. “Ah pencitraan ji itu”, atau lebih ekstrim lagi, “baik” atau “kebaikan” itu dikategorikan sebagai “tindakan lebay”.

Pernyataannya adalah, apakah seorang politisi harus terjebak dalam wilayah perbincangan seperti itu? Kalau saya, harusnya tidak. Kenapa? Karena setiap tindakan yang dilakukan oleh siapapun memang berhak dinilai orang lain, bukan oleh diri sendiri.

“Berbuat baik” adalah upaya atau ikhtiar memberi manfaat kepada orang lain yang menjadi “kewajiban” setiap orang. “Berbuat baik” dari niat yang baik tak akan terpengaruh oleh “penilaian” apapun. “Berbuat baik” dari niat yang tulus memang diperuntukkan untuk berbuat baik, bukan untuk menunggu atau mengundang penilaian orang.

Jadi, teruslah berbuat baik. Jangan pernah lelah dalam kebaikan karena berbuat baik itu adalah ikhtiar untuk menjadi orang baik.

Happy weekend. Salam #akumemilihsetia