Soni Sumarsono yang Tidak Familiar, dari Tidak Dikenali Sampai Disangka Syahrul Yasin Limpo

Gubernur Sulawesi Selatan, Soni Sumarsono mengecek lebel kemasan pada jajanan di kios Hj. Mariaty. (foto: hardiansyah/djournalist.com)

Gubernur Sulawesi Selatan, Soni Sumarsono mengecek lebel kemasan pada jajanan di kios Hj. Mariaty. (foto: hardiansyah/djournalist.com)

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Siang menjelang sore di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar, tetiba Gubernur Sulawesi Selatan Soni Sumarsono berkunjung, Minggu, 10 Juni 2018. Tidak ada pemberitahuan ke pihak pelabuhan, mendadak. Sampai-sampai, beberapa petugas kelabakan menyambut kedatangan Soni Sumarsono.

“DD 01, cepat-cepat,” begitulah suara yang terdengar dari seorang petugas.

Pejabat sementara Gubernur Sulawesi Selatan tersebut sengaja berkunjung ke Pelabuhan Soekarno-Hatta untuk mengecek kesiapan pelabuhan dalam menghadapi arus mudik lebaran tahun ini.

Selain, mengecek kesiapan pelabihan, Dirjen Otoda tersebut juga turun langsung mengecek beberapa kios dan melihat label kemasan. Soni Sumarsono yang berseragam putih tersebut langsung saja mengambil beberapa makanan kemasan dan melihat apakah sudah kadaluarsa atau masih layak.

“Kalau ada yang kadaluarsa, jangan dijual. Itu racun. Bahaya,” ujarnya kepada pemilik kios.

Sang pemilik kios, Hj. Mariaty hanya mengangguk menyimak penjelasan orang nomor satu di Sulawesi Selatan tersebut. Di kiosnya, Soni Sumarsono tidak menemukan apa yang dicarinya, yaitu jajanan yang tidak layak atau telah kadaluarsa.

Didampingi oleh beberapa pejabat Dinas Perhubungan, Pihak Pelabuhan Utama Makassar, serta kepolisian, Soni Sumarsono melanjutkan sidaknya ke beberapa tempat di Pelabuhan Soekarno-Hatta.

Sementara itu, Hj. Mariaty yang tidak mengetahui bahwa yang menyambangi kiosnya adalah orang nomor satu di Sulawesi Selatan tersebut hanya manguk-manguk. Ketika pihak Djournalist.com bertanya kepada Hj. Mariaty siapa yang datang, perempuan berusia 49 tahun tersebut mengelengkan kepalanya.

“Tidak kutau. Siapa memang itukah?” ujarnya dengan dialek khas Makassar.

Ketika penulis memberitahunya bahwa yang barusan memeriksa jualannya adalah Gubernur Sulawesi Selatan, Hj. Mariaty lantas tersenyum dan menutup mulutnya.

“Pantasan kayak sering kulihat mukanya di televisi,” sambungnya.

Sebelumnya, siang menjelang sore tersebut, mantan Plt Gubernur DKI Jakarta tersebut juga menyempatkan berbincang dengan sejumlah penumpang yang sedang transit di Pelabuhan Makassar.

Tak berbeda jauh dari Hj. Mariaty, sejumlah penumpang yang penulis tanya juga mengaku tidak mengetahui lelaki berbaju putih mengenakan topi tersebut. Meski, di topi yang dikenakan Soni Sumarsono tertulis ‘Gub. Sulawesi Selatan’.

Bahkan, salah satu penumpang asal Balikpapan yang engganh disebutkan identitasnya mengira bahwa yang datang adalah Syahrul Yasim Limpo.

“Oh, itu Pak Gubernur yah, Syahrul Yasin Limpo. Barusan saya lihat orangnya,” ujarnya. (**)